take it or explode it

Saturday, April 28, 2012

Tidak hanya Muslim yang mengecam Lady Gaga

3:06 AM Posted by Unknown No comments
Selamat sore teman,

Sore yang cukup panas di sini. Panas hawanya juga panas suasananya. Demonstrasi Bersih 3.0 di pusat Kuala Lumpur belum bubar lagi. Masih membara emosinya juga di sana. Namun ada baiknya kita lupakan sejenak urusan politik ini dan bersantai sore dengan satu topik ringan tentang penerimaan masyarakat ke atas penampilan Lady Gaga.

Dua petugas penjualan tiket konser Lady Gaga di Jakarta ber-make-up seram meniru idolanya.
Ada kabar di Indonesia bahwa Lady Gaga akan mengadakan konsernya di Jakarta pada Juni mendatang. Kontroversi mengenai kedatangan penyanyi nyentrik ini pun santer dikabarkan di media. Ada yang menanti-nantikan penyanyi "Poker Face" ini datang. Ada pula yang menentang. Salah satu institusi yang menentang kedatangan Lady Gaga adalah Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang memfatwakan haram bagi sesiapa yang menonton konser Lady Gaga.

Ketika berita ini di-pos di Kaskus, saya baca banyak karkuser yang menentang fatwa MUI ini. Katanya MUI terlalu sibuk mengurusi urusan kebebasan berekspresi seseorang. Ada juga yang mengatakan fatwa MUI hanya untuk rakyat Indonesia yang beragama Islam. Yang tidak Islam boleh saja menonton. Jadi ini masalah kepercayaan, bagi mereka.

Bagi saya, ini tidak hanya masalah kepercayaan dan bukan hanya Islam saja yang menentang penampilan Lady Gaga. Tidak peduli apa agamanya, penampilan Lady Gaga dinilai terlalu melanggar norma dan nilai moral. Walaupun saya liberal, saya tidak suka penampilan Lagy Gaga. Bajunya yang terlalu ketat dan buka-bukaan dipandang tidak etis untuk budaya timur maupun budaya lain di belahan dunia manapun. Bukan hanya baju, pembawaan diri Lady Gaga juga terlalu frontal dan bertentangan dengan adat budaya serta kepercayaan agama di Timur. Kepercayaan yang dianut Lady Gaga pun sama sekali tidak bisa ditolerir karena dia tidak menyembah Tuhan. Dia penganut satanic yang merupakan musuh bagi segala agama di dunia. Jadi tidak heran MUI dan umat Muslim taat sangat menentang kehadiran Lady Gaga di Indonesia.

Jika penentangan terhadap Lady Gaga di Indonesia dilihat lebih dilakukan oleh umat Muslim, di negara lain yang bukan negara majoritas rakyatnya beragama Islam juga menentang Lady Gaga. Agama Kristen, misalnya, baik di Barat sendiri maupun di Timur juga menentang penampilan Lady Gaga. Sebut saja negara Korea Selatan yang baru-baru ini menjadi tempat Lady Gaga menggelar konser World Tour-nya. Beberapa kelompok umat Kristen konservatif menentang kehadiran Lady Gaga karena dia dianggap mempromosikan pornografi dan homoseksualitas. Kelompok Kristen konservatif ini juga sempat menggelar aksi protes. Hasilnya, pemerintah Korea hanya memperbolehkan pemuda yang sudah berumur 18 tahun ke atas yang boleh menonton konser tersebut.

Ini bukti jelas bahwa tidak hanya Islam yang menentang Lady Gaga. Penampilan dan pembawaan Lady Gaga yang terlalu berlebihan dan tidak sejalan dengan nilai dan norma sosial masyarakat menjadi pertimbangan bagi para pemuka agama dan masyarakat untuk memboikot Lady Gaga. Yang jelas, sebagai figur publik yang berpotensi menjadi panutan masyarakat, Lady Gaga dinilai tidak sesuai untuk masyarakat Muslim, terutamanya di Indonesia.

*sumber:
Jakpost
Vivanews
Tribunnews


0 comments:

Post a Comment