take it or explode it

Saturday, July 14, 2012

Kartun TV dan anak-anak

8:14 PM Posted by Unknown , No comments
Assalamualaikum. Selamat pagi dan selamat berakhir pekan.

Gambar ilustrasi didapat dari  
http://www.bankaroo.com

Kartun dan anak-anak mempunyai hubungan erat. Kartun menyediakan hiburan bagi anak-anak. Kadang kartun juga dapat dijadikan sebagai medium edukasi bagi mereka. Sebut saja Dora the Explorer, acara ini dapat membantu anak-anak belajar mempelajari persekitarannya dan merespon pertanyaan yang diajukan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kartun juga dapat memberi pengaruh buruk kepada anak-anak. Menonton kartun di depan kaca televisi sehari penuh membuat anak malas bergerak dan selanjutnya mempengaruhi pola makan dan aktivitas tubuhnya. Ini yang menjadikan TV sebagai salah satu sebab obesitas pada anak-anak. Selain itu, terdapat kartun yang mempunyai konten yang tidak sesuai untuk anak-anak. Adegan kekerasan yang dianggap sebagai lelucon, misalnya, dapat mempengaruhi anak berbuat demikian di dunia nyata.

Membicarakan efek negatif kartun TV dan anak-anak, banyak sarjana komunikasi telah merumuskan teori atau konsep untuk menjelaskannya. Salah satu sarjana komunikasi yang paling terkenal dalam bidang ini adalah Gerbner (1983) yang mengemukakan teori kultifasi (cultivation theory). Menurut Gerbner, anak-anak yang menonton televisi berjam-jam dan secara terus-menerus akan cenderung mengikuti adegan yang dipetontonkan di television, termasuk yang didapat dari program kartun. Ini karena mereka mendapat kultivasi, penyuntikkan pengaruh secara terus-menerus. Walaupun teori ini mendapat banyak kritikan oleh sarjana Komunikasi yang fokus pada audience studies yang berasumsi bahwa penonton tidak semuanya pasif atau hanya menerima bulat-bulat setiap apa yng ditontonnya, teori kultivasi ada benarnya dan perlu dijadikan panduan bagi orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka ketika menonton televisi sehari-hari.

Mengapa pengawasan orang tua bagi anak-anaknya yang suka menonton televisi terutama kartun penting? Jawabannya sederhana, tidak semua kartun ditargetkan untuk anak-anak. Ada kartun yang sengaja dibuat untuk golongan remaja dan dewasa. Bagaimanapun, ada juga kartun yang dikhususkan untuk anak-anak tetapi masih berbahaya untuk ditonton oleh golongan umur mereka. Untuk ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengeluarkan daftar kartun yang perlu diwaspadai oleh orang tua agar mengontrol anak-anak mereka dan dapat dijadikan panduan bagi mereka dari segi mana yang yang boleh ditonton dan mana yang tidak. Berikut ini tiga kategori judul-judul kartun di stasiun televisi nasional Indonesia yang perlu diwaspadai.

1. Kategori hijau, aman untuk ditonton oleh anak-anak.
Disney Club: Jungle Junction (MNC),
Disney Club: Handy Manny (MNC)
Shaun the Sheep (MNC)
Disney Club Mickey Mouse and
Friends (RCTI)
Bocah Petualang (Trans7),
Opera Si Unyil (Trans7)
Koki Cilik (Trans7)
Teropong si Bolang (Trans7)
Laptop si Unyil (Trans7)
Chalkzone (GlobalTV)
Dora the Explorer (GlobalTV)
Inflona (GlobalTV)
Taman Dongeng (GlobalTV)
Cerita untuk Anak (TVRI)
Budi dan Kerti (TVRI)

2. Kategori kuning, kurang aman untuk ditonton anak-anak. Pengawasan orang tua diperlukan.
Duckula (ANTV)
Woody Woodpecker (ANTV&Trans7)
Dufan the Devender (Indosiar)
Bakugan Battle Brawlers Gundalian
Invanders (Indosiar)
Power Rangers Samurai (Indosiar)
Pokemon D&P part 2 (Indosiar)
Aksi didi Tikus (MNC)
Chaplin and Co (MNC)
Doraemon (RCTI)
Badil & Blangkon Ajaib (SCTV)
Woody Woodpecker (Trans7)
Penguin of Madagascar (GlobalTV)
Spongebob Squarepants (GlobalTV)
Boboi Boy (GlobalTV)
Tak and Power of Juju (GlobalTV).

3. Kategori merah, bahaya untuk ditonton anak-anak. Sebisanya anak-anak dihindarkan dari menonton program kartun ini atau pendampingan orang tua diberlakukan ketika anak-anak menonton acara-acara di bawah ini.
Tom & Jerry (ANTV)
Ultraman Mebius (Indosiar)
Dragon Ball Z KAI (Indosiar)
Inazuma Eleven (Indosiar)
Tom & Jerry Tales (RCTI)
Crayon Shinchan (RCTI)
Oggy & Cockroaches (GlobalTV)
Tom & Jerry Kids Show (GlobalTV).

Kesimpulannya, ada beberapa kartun yang aman ditonton oleh anak-anak, ada pula kartun yang bahayauntuk ditonton anak-anak karena dapat memberi pengaruh buruk kepada mereka. Pengawasan dan pendampingan orang tua selama anak menonton TV sangat diperlukan agar mereka tidak salah memberikan persepsi terhadap apa yang ditonton.


Sumber

0 comments:

Post a Comment